Monumen Pena untuk Markas Darurat di Front Barat 1947

27 Jul 2011

tugu-pena-depan-gkj-tampak-depan

Entah sebab apa disebut Front Barat, daerah sekitar Karanganyar dan Gombong di wilayah Kabupaten Kebumen Jawa Tengah ini disebut demikian. Menurut seorang tokoh perjuangan setempat, almarhum Bapak Achmad Dimjatie yang mantan petinggi Peta (Pembela Tanah Air) dan BKR/TKR (Badan Keamanan Rakyat/Tentara Keamanan Rakyat) serta KODM (Kodim sekarang-pen) Kebumen, Gombong adalah salah satu pusat kekuatan militer tentara penjajah Belanda di Pulau Jawa yang ada di sekitar Benteng Van Der Wijck. Di sana, segala sarana dan kegiatan penunjang kekuatan itu tersedia. Sementara itu, Karanganyar saat itu adalah pusat pemerintahan Republik Indonesia. Keduanya bernilai strategis. Hal ini dikuatkan oleh almarhumah Ibu Atiatoen yang selain adik kandung juga utusan utama Staf Putri Markas Pertahanan (Tentara) Pelajar Yogyakarta di Kebumen.

Karena alasan itulah yang secara akal sehat mendorong para pimpinan Tentara Pelajar mengadakan Markas Darurat di Kebumen. Bertempat di rumah dinas kapandhitan Gereja Kristen Jawa di Jalan Stasiun (kini Jalan Pemuda) dan aula sebagai asrama. Markas dipimpin oleh mas Moedojo (baca Mudoyo), mahasiswa HESP UGM dan mas Tjiptardjo (baca: Ciptarjo) yang siswa SMA (III) Kotabaru. Sosok Moedojo yang pendiam dan cerdas tak banyak diceritakan oleh tiga orang staf putrinya: Atiatoen, Umi Wasilah dan Rasini (semua siswa Sekolah Guru Putri atau SGP/SGA Jetis Yogyakarta asal Kebumen dan sudah almarhumah). Bersama Suprapti dan Umiyatun (adik kandung bapak Martono, Komandan Batalyon 300 Tentara Pelajar) mendukung kegiatan Markas Darurat di Dapur Umum dan kepalang-merahan. Sedikit berbeda dari mas Moedojo, mas Tjiptardjo lebih terbuka dan luwes sesuai peran selaku penghubung.

Selain markas darurat sebagai pusat komando pasukan Tentara Pelajar di lapangan, di Kebumen ada juga markas Tentara Pelajar Kebumen yang berlokasi di Kauman (sekarang jadi lokasi SMP Muhammadiyah I) dan Tentera Genie Pelajar (TGP) di Sekolah Teknik (sekarang SMPN 7/ Spenven) Kebumen. Markas Kauman dipimpipn oleh Sadar dan Samijo (baca Samiyo). Sedangkan untuk TGP, semua sumber yang berhasil dihimpun penulis tak pernah menyebut nama pasti meski salah satu anggotanya adalah saudara kandung Bapak Achmad Dimjatie (baca: Ahmad Dimyati dan Ibu Atiatoen (baca: Atiatun) yakni Bapak Affandi yang lebih dikenal dengan panggilan Pandi gondhek karena tubuhnya yang mungil. Hanya ada sedikit penuturan bahwa siswa Sekolah Teknik kebanyakan dari luar Kebumen. Bahkan cukup banyak siswanya yang berasal dari Ambon, Kalimantan dan Flores.

Penugasan di Markas Darurat Kebumen adalah kali ke dua bagi Ibu Atiatoen sepanjang dirinya bergabung dengan Tentara Pelajar. Tugas pertama dilakukan beberapa hari setelah mengikuti latihan dasar kemiliteran di MA Kotabaru Yogyakarta. Yakni mengirim logistik berupa bahan makanan (dendeng, ikan asin dan sebagainya) serta beragam obat untuk korban peperangan pada Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. Bersama rekan satu sekolah dan asrama, Sri Hartini, serta didukung sepasukan Tentara Pelajar dibawah komando Purbatin, rombongan kecil ini ditempatkan di asrama SGB Katholik di Mojoagung Mojokerto Jawa Timur. Ternyata asrama yang sangat luas itu telah diubah sebagai Rumah Sakit Darurat Palang Merah Indonesia. Penugasan sepanjang satu minggu di waktu libur kenaikan kelas tersebut menjadi kenangan khusus bagi almarhumah Ibu Atiatoen.

Sama dengan yang pertama, tugas ke dua di markas darurat Tentara Pelajar Yogyakarta di kampung halaman, Kebumen, dilakukan pada waktu libur kenaikan kelas II sekitar akhir Juli 1947. Berbekal surat tugas dari Kepala Staf Putri, mbak Daruni yang siswi SMA Kotabaru Bagian C, Ibu Atiatoen mengajak serta teman-teman satu asrama/sekolahnya. Ibu Oemijatoen adalah anggota tertua dan kakak kelas. Disusul Ibu Rasini yang masih kerabat dari Meles Karanganyar. Dua teman seangkatan adalah Suprapti yang rumahnya tak jauh dari markas (kabar terakhir adalah pensiun guru SMA di Malang Jawa Timur) dan Oemi Wasilah (pensiun guru/ Kepala SDN V Kebumen).


TAGS Markas Pusat Pelajar Yogyakarta Markas Darurat Front Barat Jalan Stasiun Kompleks GKJ Kebumen Perang Kemerdekaan I 1947 Staf Putri Atiatoen


-

Author

Follow Me