Untukmu Ibu - Puisiku (1)

30 Jul 2011

Ibu..

Seperti kau ajarkan padaku dan anak-anakmu

Ilmu itu pelita dari segenap kegelapan dunia

dan kekuatan di kala terang benderang

Dengan ilmu kami hidup

dari segala kepicikan yang kian bergulir

membesar bagaikan bola api

yang akan memangsa siapapun

dan apapun yang ada di garis lintasnya

Ibu…

saat kehidupan kian tak berarah

pohon-pohon keraifanmu menuntun jalan

meski sangat kecil

karena…

bukan yang banyak itu baik

tapi yang baik pastilah jadi yang terbanyak

karena kebaikan itu selalu berbuah banyak

dari kebanyakan yang kering

dan gersang akan makna

dalam kehidupan dan penghidupan

Ibu…

aku kian mengerti

kepahlawanan dalam dirimu

bukan sekadar tanda dan kata

yang jadi pedoman kebanyakan

yang jadi kebanggaan diri para pengejar kehormatan

yang buat alat penipu diri orang-orang itu

karena..

pahlawan itu ada di hati

jiwa orang-orang merdeka

dan perilaku yang terpelihara

Ibu…

kau lebih tersanjung sebagai biang

induk dari semua sumber kehidupan

pilar bangsa yang beradab

atau biadab

karena dari rahimmu

anak-anak itu menggoreskan tinta

emas, loyang atau arang

Ibu..

kau tlah pergi menghadap Sang Pencipta alam raya

dengan segala amal ibadahmu

berbekal semua kebaikan

dan kekurangan diri

bagiku…

engkau perempuan sempurna

cermin diri yang utuh

engkau adalah pahlawan dari semua yang kutahu

dan engkau guru dari kebanyakan guru-guruku

seperti namamu.. itu pasti

selamat jalan Ibu..

terima kasih tiada berhingga

semua yang tlah kau berikan

adalah amanah dan tanggung jawab

Semoga Illahi Robbi mempermudah jalan

mengisi kehidupan abadi

Amien.

(Kupersembahkan catatan kecil ini untuk almarhumah Ibu Atiatoen Djadjoeli di Hari Ibu dan Kesetiakawanan Sosial, 22 Desember 2010).

foto-1952an1


TAGS Atiatoen Puisiku Ibu persembahan


-

Author

Follow Me