• 31

    Oct

    Menangislah Ibu Pertiwi

    Menangislah.. Jangan kau tahan pilumu Rasa sedih tiada tara Menangislah sekuat tenaga Wahai Ibu Pertiwi karna anak-anakmu yang durhaka Tak kenal budi tak tahu diri Hanya karena takut bayang diri tak bisa berhias diri dengan segengam imaji meski itu tak terpuji Menangislah.. Teriaklah Jewerlah kuping mereka yang tlah tertutup sumbatan jabatan dan mulut mereka yang berjejal uang jarahan Ibu Pertiwi Bimbinglah anak-anakmu yang ingin berbakti Dan kami terus berjanji Padamu kami mengabdi Tiada satupun yang mampu menghalangi Persembahan khusus : Untuk para syuhada Pelajar Pejuang Kemerdekaan Bersenjata ( Tentara Pelajar) Brigade XVII TNI yang gugur di berbagai medan laga
  • 30

    Jul

    Sepenggal Sajak Buat Para Pelajar Pejuang

    Di negeri yang sarat pecundang Tak ada lagi tempat layak bagi pejuang Bila tanpa perang Jika tidak pakai pedang Kalau tanpa garang Andai ada laga menghadang Sepenggal kata tak lagi bermakna Saat semua berbicara dengan amarahnya Ketika curiga jadi panglima Dalam wajah-wajah beringas penguasa Yang siap melindas dengan seragamnya Yang berasa kuat waktu pegang senjata Tapi tiada daya ketika berhadapan sang satria perwira sejati yang berbudi pekerti yang junjung tinggi amanat negeri bebaskan anak-anaknya dari penjajahan atas kebodohan yang terpelihara kemiskinan mental para pecundang yang berlindung di balik ketiak sang penguasa bersekutu hancurkan tanah air Wahai para pelajar pejuang merdeka nyala api mu tak kan pernah padam dalam dada dan jiwa karena kamu selalu sedia satu peluru tuk
  • 30

    Jul

    Untukmu Ibu - Puisiku (1)

    Ibu.. Seperti kau ajarkan padaku dan anak-anakmu Ilmu itu pelita dari segenap kegelapan dunia dan kekuatan di kala terang benderang Dengan ilmu kami hidup dari segala kepicikan yang kian bergulir membesar bagaikan bola api yang akan memangsa siapapun dan apapun yang ada di garis lintasnya Ibu… saat kehidupan kian tak berarah pohon-pohon keraifanmu menuntun jalan meski sangat kecil karena… bukan yang banyak itu baik tapi yang baik pastilah jadi yang terbanyak karena kebaikan itu selalu berbuah banyak dari kebanyakan yang kering dan gersang akan makna dalam kehidupan dan penghidupan Ibu… aku kian mengerti kepahlawanan dalam dirimu bukan sekadar tanda dan kata yang jadi pedoman kebanyakan yang jadi kebanggaan diri para pengejar kehormatan ya
  • 28

    Jul

    Dua Pejuang - Sajak Bambang Oeban

    Di warung pinggir jalan ia menenggak minuman sambil numpang menyaksikan berita di layar kaca seorang konglomerat gaek terjerat kasus penggelapan uang Negara Dengan amarah membara dalam dada ia lantas pergi sambil berludah Lalu, bergegas ia pergi ke taman Pada pusat kota Di bawah langit di atas bumi merah putih seorang kakek berdiri tegap di depan patung pejuang, tinggi menjulang Binar matanya mengupas rindu lama ia melarut di masa revolusi Ia pandangi wajah patung itu dengan dengus nafasnya sesekali tergeleng menahan haru Terkadang dihentakkan kakinya Mulutnya menggeremang Hmmm Getar jiwanya bergolak menggelegak Tekad semangatnya meletup terbara mengudara Kepalnya teracung sambil berteriak Merdeka! Merdeka! Merdeka! Senyumnya berbalut pahit bercampur getir membungkus batin mengirin
-

Author

Follow Me