• 12

    Oct

    Sejarah Singkat Kesatuan Pelajar Pejuang Kemerdekaan - Bag. I. Tentara Genie Pelajar (TGP)

    Disusun Oleh : Tim Guru SMPN 2 Sumberpucung Malang Ringkasan Pagi dini hari 10 Nopember 1945 pasukan Inggris-Gurka bergerak dengan perlindungan pesawat udara tempur dan penembakan artileri dari meriam darat dan meriam kapal perang. Pertempuran mati-matian berkecamuk antara dua kekuatan berhadapan, pasukan pertahanan Surabaya meskipun dengan peralatan yang lebih sederhana tetapi dengan semangat perjuangan yang tinggi melawan dengan gigih, mempertahankan tanah tumpah darah. Kemajuan gerakan pasukan Inggris-Gurka menjadi tersendat-sendat karena tidak semua wilayah yang mereka kuasai kosong dari pasukan Indonesia, yang ditakutkan dapat menimbulkan kerugian di bagian belakang gerakan pasukan Inggris-Gurka. Korban berjatuhan tidak terkira, karena pasukan dan pemuda Surabaya yakin mereka dapat
  • 4

    Oct

    Mengenang Pertempuran Sidobunder 2 September 1947 (selesai) Oleh: Djokowoerjo Sastradipraja; Prof. Dr; drh;

    Mengambil Jenasah dan Menyelamatan (Senapan) Juki Keesokan hari, tanggal 3 September 1947, sekitar puku 5.30 pagi diberangkatkan satu regu dari markas induk Karanganyar untuk mengambil jenasah dan senapan juki yang kami tinggalkan di Bumirejo sehari sebelumnya. Regu ini terdiri dari 10 orang, sebagian besar adalah teman-teman yang kami gantikan tugasnya di Desa Sugihwaras. Satu diantaranya adalah Wiratno. Di tengah perjalanan kami bertemu dengan Alex Rumambi yang diangkut dengan usungan bambu oleh beberapa penduduk Desa Bumirejo. Kami sempat diberitahu bahwa semua jenasah yang ada di sana telah dibawa ke Kebumen. Setelah beristia\rahat sejenak di Desa Sugihwaras, regu ini dibagi dua. Oleh kepala regu saya diperintahkan ke Selatan menuju Desa Bumirejo bersama 4 orang teman. Tugas utama a
  • 27

    Jul

    Monumen Pena untuk Markas Darurat di Front Barat 1947

    Entah sebab apa disebut Front Barat, daerah sekitar Karanganyar dan Gombong di wilayah Kabupaten Kebumen Jawa Tengah ini disebut demikian. Menurut seorang tokoh perjuangan setempat, almarhum Bapak Achmad Dimjatie yang mantan petinggi Peta (Pembela Tanah Air) dan BKR/TKR (Badan Keamanan Rakyat/Tentara Keamanan Rakyat) serta KODM (Kodim sekarang-pen) Kebumen, Gombong adalah salah satu pusat kekuatan militer tentara penjajah Belanda di Pulau Jawa yang ada di sekitar Benteng Van Der Wijck. Di sana, segala sarana dan kegiatan penunjang kekuatan itu tersedia. Sementara itu, Karanganyar saat itu adalah pusat pemerintahan Republik Indonesia. Keduanya bernilai strategis. Hal ini dikuatkan oleh almarhumah Ibu Atiatoen yang selain adik kandung juga utusan utama Staf Putri Markas Pertahanan (Tentara
-

Author

Follow Me