• 4

    Oct

    Mengenang Pertempuran Sidobunder 2 September 1947 (selesai) Oleh: Djokowoerjo Sastradipraja; Prof. Dr; drh;

    Mengambil Jenasah dan Menyelamatan (Senapan) Juki Keesokan hari, tanggal 3 September 1947, sekitar puku 5.30 pagi diberangkatkan satu regu dari markas induk Karanganyar untuk mengambil jenasah dan senapan juki yang kami tinggalkan di Bumirejo sehari sebelumnya. Regu ini terdiri dari 10 orang, sebagian besar adalah teman-teman yang kami gantikan tugasnya di Desa Sugihwaras. Satu diantaranya adalah Wiratno. Di tengah perjalanan kami bertemu dengan Alex Rumambi yang diangkut dengan usungan bambu oleh beberapa penduduk Desa Bumirejo. Kami sempat diberitahu bahwa semua jenasah yang ada di sana telah dibawa ke Kebumen. Setelah beristia\rahat sejenak di Desa Sugihwaras, regu ini dibagi dua. Oleh kepala regu saya diperintahkan ke Selatan menuju Desa Bumirejo bersama 4 orang teman. Tugas utama a
  • 4

    Oct

    Mengenang Pertempuran Sidobunder 2 September 1947 Oleh: Djokowoerjo Sastradipraja; Prof. Dr; drh; (lanjutan)

    Ia memberi saya tambahan 5 butir peluru dengan komentar mengapa tak meminta tambahan dua hari sebelumnya di markas Karanganyar saya ada pembagian logistik. Saya tak tahu ada pembagian itu. Meskipun saat itu saya menyadari kami sudah terkepung, namun saya membayangkan bahwa kami akan mampu bertahan karena adanya senjata brend dan juki. Sambil menanti peristiwa yang akan terjadi, kami sempat berbincang tentang adanya 2 orang yang menanyakan keberadaan markas di pagi sekali karena mereka memerlukan surat jalan. Setelah kami merangkai beragam kejadian dan adanya serangan yang tengah kami hadapi saat ini, akhirnya berujug pada kesimpulan bahwa mereka adalah mata-mata musuh. Sesaat waktu terdengar tembakan brendgun dari arah Timur yang semakin gencar dan mendekat. Pasukan Belanda mulai menghuja
  • 29

    Jul

    Mengenang Pertempuran Sidobunder 2 September 1947

    Oleh: Djokowoerjo Sastradipraja; Prof. Dr; drh; Pengantar Pertempuran Sidobunder tercatat sebagai salah satu pengalaman kontak senjata dengan Belanda yang meminta korban anggota Tentara Pelajar Yogyakarta. Kisah pertempuran ini dimuat dalam buku Peran Pelajar dalam Perang Kemerdekaan diterbitkan oleh Pusat Sejarah dan Tradisi Angkatan Bersenjata R.I, cetakan I 1985. Meski sudah didokumentasikan secara formal terasa bahwa banyak kejadian rinci yang belum terungkap dank arena itu dari para pelaku yang saat ini masih dalam keadaan sehat jiwa raga atas berkat karunia Tuhan Yang Mahaesa diharapkan dapat mengumpulkan memoir tertulis guna melengkapi dokumentasi mengenai partisipasi pelajar dalam perjuangan fisik. (biografi beliau saya kumpulkan di bagian lain Toto Karyanto). Menempati Po
-

Author

Follow Me